Adinda,
Lihatlah cerah pagi telah menyapa,
Pula mentari terang dengan sinarnya,
Apa kabar engkau disana?
Adinda,
Tengoklah kicau burung itu bergembira,
Dengan tangkup bunga yang siap terbuka,
Kepadamu, dengan bismillah aku berdo'a.
Hai penerus Aisyah,
Meski sapa dan canda kita terpisah,
Hanya dalam doa dan harap aku berpasrah,
Tapi, bolehkah padamu aku selalu memberi dan mengharap keseriusan mahabbah?
Senin, 11 Mei 2020
01.45 wib.
Alfaqir robert tajuddin
Selasa, 26 Mei 2020
Selasa, 28 April 2020
Romadlon dan Pandemi
Jiwa dalam tekad
Raga menyatu dalam niat
Romadlonku dalam sekat
Sebab pandemi tak kunjung mangkat
Mata setengah terpejam
Laku merana lelah ditikam
Tekad insan sedang kelam
Semoga tetap becahaya walau dalam diam
Bicara pandemi adalah tentang selamat
Adakalanya yang hidup, yang selamat.
Sebagian lain berkata yang mati pasti tak selamat
Namun ahli hikmah berkata hidup-mati bisa tak selamat pun bisa selamat
Tuhan, beri kekuatan dan limpahan rizqi pada para pahlawan.
Pahlawan sosial, pahlawan keluarga, pahlawan agama, dan terkhusus pahlawan kesehatan.
Juga pahlawan jalanan dan pahlawan rumahan, hormat dan doaku untukmu semua.
Enyahlah para cukong penunggang keadaan.
Romadlon ini bak seluruh pintu dunia tertutup
Sedih melihat sebagian insan jatuh telungkup
Aku yakin ada harapan yang selalu lebih dari cukup
Sebab pintu langit Tuhan selalu terbuka tanpa tutup
Surabaya
Malam Rabu, 28 April 2020 - 18.30 wib.
Alfaqir Robert Tajuddin.
Raga menyatu dalam niat
Romadlonku dalam sekat
Sebab pandemi tak kunjung mangkat
Mata setengah terpejam
Laku merana lelah ditikam
Tekad insan sedang kelam
Semoga tetap becahaya walau dalam diam
Bicara pandemi adalah tentang selamat
Adakalanya yang hidup, yang selamat.
Sebagian lain berkata yang mati pasti tak selamat
Namun ahli hikmah berkata hidup-mati bisa tak selamat pun bisa selamat
Tuhan, beri kekuatan dan limpahan rizqi pada para pahlawan.
Pahlawan sosial, pahlawan keluarga, pahlawan agama, dan terkhusus pahlawan kesehatan.
Juga pahlawan jalanan dan pahlawan rumahan, hormat dan doaku untukmu semua.
Enyahlah para cukong penunggang keadaan.
Romadlon ini bak seluruh pintu dunia tertutup
Sedih melihat sebagian insan jatuh telungkup
Aku yakin ada harapan yang selalu lebih dari cukup
Sebab pintu langit Tuhan selalu terbuka tanpa tutup
Surabaya
Malam Rabu, 28 April 2020 - 18.30 wib.
Alfaqir Robert Tajuddin.
Selasa, 24 Maret 2020
Kala Pagebluk 2020
Angin melambai bersama segala yang dibawakan,
Tumbuhan riang karena kadang angin disertai hujan,
Hewan berlindung karena terganggu dalam mencari makan,
Manusia berdoa semoga angin ini membawa keberkahan.
Manusia pun merasa angin tahun ini berbeda,
Angin ini beraroma pagebluk,
Pagebluk merongrong manusia melalui udara,
Mewabah dalam raga lalu menular bagai bencana yang menyakitkan dan mematikan di dunia.
Sejenak aku berpikir bahwa pagebluk yang tak nampak ini dapat membinasakan yang nampak,
Padahal yang tak nampak selalu menjadi anggapan sepele bagi manusia,
Mungkin ini pelajaran bagi manusia agar lebih arif dalam hidup,
Agar tak meremehkan hal yang tak nampak sebab yang tak nampak pun bisa menjadi bencana.
Ikhtiyar demi ikhtiyar dijalankan,
Sholawat pujian hingga doa selamat dilantunkan,
Isolasi diri hingga terus bekerja menantang angin pagebluk dilakukan manusia,
Semua dengan ikhtiyar suci masing masing karena pagebluk harus bersama kita lawan.
Dalam renung dan ikhtiyar aku bermunajat,
Dalam diam aku menyapa hewan dan tumbuhan,
Lalu aku sampaikan pada mereka,
Kawan-kawanku, bantu aku mendoakan kesehatan manusia dan dunia ini kawan-kawan.
Semoga ini menjadi pelajaran bagi manusia,
Bahwa manusia sendiri bukan tanpa kelemahan lagi bukan kesempurnaan,
Kala pagebluk ini akan menjadi refleksi,
Bahwa segala macam ikhtiyar baik adalah suci.
Sebutir munajat.
Dari alfaqir robert tajuddin.
Surabaya, Malam Rabu, 24 Maret 2020.
Tumbuhan riang karena kadang angin disertai hujan,
Hewan berlindung karena terganggu dalam mencari makan,
Manusia berdoa semoga angin ini membawa keberkahan.
Manusia pun merasa angin tahun ini berbeda,
Angin ini beraroma pagebluk,
Pagebluk merongrong manusia melalui udara,
Mewabah dalam raga lalu menular bagai bencana yang menyakitkan dan mematikan di dunia.
Sejenak aku berpikir bahwa pagebluk yang tak nampak ini dapat membinasakan yang nampak,
Padahal yang tak nampak selalu menjadi anggapan sepele bagi manusia,
Mungkin ini pelajaran bagi manusia agar lebih arif dalam hidup,
Agar tak meremehkan hal yang tak nampak sebab yang tak nampak pun bisa menjadi bencana.
Ikhtiyar demi ikhtiyar dijalankan,
Sholawat pujian hingga doa selamat dilantunkan,
Isolasi diri hingga terus bekerja menantang angin pagebluk dilakukan manusia,
Semua dengan ikhtiyar suci masing masing karena pagebluk harus bersama kita lawan.
Dalam renung dan ikhtiyar aku bermunajat,
Dalam diam aku menyapa hewan dan tumbuhan,
Lalu aku sampaikan pada mereka,
Kawan-kawanku, bantu aku mendoakan kesehatan manusia dan dunia ini kawan-kawan.
Semoga ini menjadi pelajaran bagi manusia,
Bahwa manusia sendiri bukan tanpa kelemahan lagi bukan kesempurnaan,
Kala pagebluk ini akan menjadi refleksi,
Bahwa segala macam ikhtiyar baik adalah suci.
Sebutir munajat.
Dari alfaqir robert tajuddin.
Surabaya, Malam Rabu, 24 Maret 2020.
Senin, 08 Juli 2019
Libur
Libur selalu menawarkan pesonanya
Ada kalanya kata libur terucap dari insan yang penat
Penat akan rutinitas suci yang lama-kelamaan sebagian manusia bosan
Tapi libur juga dianggap kebosanan bagi sebagian kalangan
Ada orang yang bosan dengan kata libur
Ada orang berkata libur adalah mitos
Ada yang bertutur libur ada panjang dan pendek
Tapi menurutku libur adalah urusan waktu yang pasti adanya
Sebagian pengelana waktu mencari sibuk disela liburan
Sebagian yang lain berkata libur adalah tujuan
Sebagian lagi yang lain mengumpat libur hanyalah bualan
Tapi bagiku, secuil semangat aku nikmati dari liburan
Libur berbicara ada dan tiada
Libur berkisah pertemuan dan perpisahan
Libur bersyair tentang pergi dan pulang
Dan libur selalu mendendangkan sajak-sajak merdu dan sahdu.
Surabaya, 8 Juli 2019
Senin malam selasa jam 23:53 wib
"Semangatlah bekerja, libur menantimu, dan libur akan jadi secuil sumber semangat berkaryamu".
By robert tajuddin.
Ada kalanya kata libur terucap dari insan yang penat
Penat akan rutinitas suci yang lama-kelamaan sebagian manusia bosan
Tapi libur juga dianggap kebosanan bagi sebagian kalangan
Ada orang yang bosan dengan kata libur
Ada orang berkata libur adalah mitos
Ada yang bertutur libur ada panjang dan pendek
Tapi menurutku libur adalah urusan waktu yang pasti adanya
Sebagian pengelana waktu mencari sibuk disela liburan
Sebagian yang lain berkata libur adalah tujuan
Sebagian lagi yang lain mengumpat libur hanyalah bualan
Tapi bagiku, secuil semangat aku nikmati dari liburan
Libur berbicara ada dan tiada
Libur berkisah pertemuan dan perpisahan
Libur bersyair tentang pergi dan pulang
Dan libur selalu mendendangkan sajak-sajak merdu dan sahdu.
Surabaya, 8 Juli 2019
Senin malam selasa jam 23:53 wib
"Semangatlah bekerja, libur menantimu, dan libur akan jadi secuil sumber semangat berkaryamu".
By robert tajuddin.
Senin, 03 Juni 2019
Syahrul Maghfiroh
Romadlon..
By Al Faqir - Robert Tajuddin.
Begitulah aku mengenalmu
Kulantunkan doa agar segera kita bertemu
Kusyairkan bait-bait agar selamanya kita bertemu.
Kulantunkan doa agar segera kita bertemu
Kusyairkan bait-bait agar selamanya kita bertemu.
Romadlon..
Malamku adalah ma'unah
Shubuhku adalah ni'mah
Siang hingga petangku penuh berkah.
Malamku adalah ma'unah
Shubuhku adalah ni'mah
Siang hingga petangku penuh berkah.
Romadlon..
Hari-harimu bertebaran permata
Aku pun berusaha mendapatkannya
Agar tiap pekanku di bulanmu ini penuh makna.
Hari-harimu bertebaran permata
Aku pun berusaha mendapatkannya
Agar tiap pekanku di bulanmu ini penuh makna.
Romadlon..
Kemuliaanmu sebagai tanda kekuasaan Robb-ku
Keistimewaanmu penuh maghfiroh untukku
Wahai Romadlonku, aku senantiasa merindukanmu.
Kemuliaanmu sebagai tanda kekuasaan Robb-ku
Keistimewaanmu penuh maghfiroh untukku
Wahai Romadlonku, aku senantiasa merindukanmu.
Surabaya, Selasa malam Rabu (Malam 30 Romadlon 1440 Hijriyah), 4 Juni 2019 jam 00.45 wib.
By Al Faqir - Robert Tajuddin.
Kamis, 09 Mei 2019
Siapa
Siapa itu siapa?
Siapa adalah kau, dia, aku, kita, dan mereka
Aku adalah kau
Kau adalah aku
Kau dan aku adalah kita
Dia pun adalah kita
Lalu kita ada karena kau, dia, dan aku
Mereka adalah kita
Kita pun adalah mereka
Kemarin adalah kita dan mereka
Kita dan mereka adalah sekarang dan esok
Disini adalah kita dan mereka
Disana pun adalah kita dan mereka
Jadilah kamu ketika melihatku
Jadilah aku ketika melihatmu
Lihatlah mereka sebagai kita
Lihatlah kita sebagai mereka
Sentuhlah dia sebagai aku dan kita
Dan sentuhlah kita sebagai aku dan dia
Rawatlah kita sebagai aku, kau, dia, dan mereka
Rawatlah mereka pun sebagai aku, dia, dan mereka
Karena dia adalah kau, dia, kita, dan mereka
Karena mereka pun adalah kau, dia, aku, dan kita
Karena kau, dia, aku, kita, dan mereka adalah sama
Kesamaan itu ada pada kau, dia, aku, kita, dan mereka
Kesamaan ini adalah abadi
Rawatlah keabadian ini
Karena dalam keabadian ini adalah keindahan dan kesucian hakiki
Robert tajuddin
Surabaya, Jumat malam Sabtu 3 Mei 2019 23:50 wib
Siapa adalah kau, dia, aku, kita, dan mereka
Aku adalah kau
Kau adalah aku
Kau dan aku adalah kita
Dia pun adalah kita
Lalu kita ada karena kau, dia, dan aku
Mereka adalah kita
Kita pun adalah mereka
Kemarin adalah kita dan mereka
Kita dan mereka adalah sekarang dan esok
Disini adalah kita dan mereka
Disana pun adalah kita dan mereka
Jadilah kamu ketika melihatku
Jadilah aku ketika melihatmu
Lihatlah mereka sebagai kita
Lihatlah kita sebagai mereka
Sentuhlah dia sebagai aku dan kita
Dan sentuhlah kita sebagai aku dan dia
Rawatlah kita sebagai aku, kau, dia, dan mereka
Rawatlah mereka pun sebagai aku, dia, dan mereka
Karena dia adalah kau, dia, kita, dan mereka
Karena mereka pun adalah kau, dia, aku, dan kita
Karena kau, dia, aku, kita, dan mereka adalah sama
Kesamaan itu ada pada kau, dia, aku, kita, dan mereka
Kesamaan ini adalah abadi
Rawatlah keabadian ini
Karena dalam keabadian ini adalah keindahan dan kesucian hakiki
Robert tajuddin
Surabaya, Jumat malam Sabtu 3 Mei 2019 23:50 wib
Senin, 20 Agustus 2018
Takbir Kemenangan
oleh robert tajuddin
Bergetar hati ini kala mendengarnya
Seakan alam mengamini doa kita
Doa tentang suara hati insan manusia
Yang menginginkan keindahan bersama
Allahu akbar
Allahu akbar
Lailaha illallah huwallahu Akbar
Allahu akbar, walillahilhamd
Gema kumandang takbir ini
Seakan bersuara di sudut manapun
Mengisi kekosongan relung kalbu
Selalu bergelorakan keindahan
Kemenangan melawan hawa nafsu
Kemenangan Ibrahim-Ismail atas iblis
Kemenangan melawan kemungkaran
Sebagai tanda kepatuhan kepadaMu
Allahu akbar
Allahu akbar
Merdeka!!! Merdeka!!!
Ya. Kita merdeka tahun 45 & selamanya!
Pekik takbir inilah kekuatan kita
Gema takbir kemenangan bangsa
Menggelora menaklukkan penjajah
Menggema dasyat bak senjata terampuh
Segala puji kepadaMu Ya Allah
Di bulan Agustus 2018 ini
Kau pertemukan dua takbir kemenangan
Semoga damai keindahan selalu tercipa. Aamiin..
Bergetar hati ini kala mendengarnya
Seakan alam mengamini doa kita
Doa tentang suara hati insan manusia
Yang menginginkan keindahan bersama
Allahu akbar
Allahu akbar
Lailaha illallah huwallahu Akbar
Allahu akbar, walillahilhamd
Gema kumandang takbir ini
Seakan bersuara di sudut manapun
Mengisi kekosongan relung kalbu
Selalu bergelorakan keindahan
Kemenangan melawan hawa nafsu
Kemenangan Ibrahim-Ismail atas iblis
Kemenangan melawan kemungkaran
Sebagai tanda kepatuhan kepadaMu
Allahu akbar
Allahu akbar
Merdeka!!! Merdeka!!!
Ya. Kita merdeka tahun 45 & selamanya!
Pekik takbir inilah kekuatan kita
Gema takbir kemenangan bangsa
Menggelora menaklukkan penjajah
Menggema dasyat bak senjata terampuh
Segala puji kepadaMu Ya Allah
Di bulan Agustus 2018 ini
Kau pertemukan dua takbir kemenangan
Semoga damai keindahan selalu tercipa. Aamiin..
Langganan:
Postingan (Atom)