"SUGENG RAWUH DATENG PORO DULUR LAN BOLO....".

Laman

Selasa, 07 Agustus 2018

Alam yang Fana

oleh rbrt tjddn

Kefanaan, alam lelucon
Kefanaan, alam kebohongan
Kefanaan, alam kelalaian
Fiktif kehidupan ada disini

Kehidupan dunia, kehidupan manusia
Manusia tempat salah dan lupa
Kita adalah manusia
Alam fana, salah satu ruang hidup kita

Kejujuran dihantam kemunafikan
Kebobrokan ditambal kebaikan
Kesabaran jadi keledai kebengisan
Hingga sepi dalam bingar, lengkap.

Homo homini lupus
Manusia serigala manusia
Aku tak mau ambil pusing
Aku kuat, karena aku adalah wayangMu.

Senin, 14 Mei 2018

Sajak Adinda


Matahari pancarkan sinarnya
Rembulan pancarkan kelembutanya
Senyummu mengalihkan duniaku
Anggunmu jadi semangat hidupku

Deru ombak dengat siluet mentari
Gambarkan pesona dambaan hati
Kemilau cahaya terang di timur pagi
Bak terang semangatku jalani hari

Sajak-sajak dan amin-amin doaku
Selalu terucap teriring untukmu
Adinda manisku..
Bolehkah aku selalu disampingmu?

Senin, 14 Mei 2018
Sajak mahabbah, pasca bom surabaya
Oleh rbrt tjddn

Kamis, 03 Mei 2018

Profesor Lelembut

Fakultas namanya iwak peyek
Begitu masuk mata ingin mewek
Ruang AC bikin hidung bengek
Mata melek karena cewek-cewek

Fakultas iwak peyek bawahan profesor
Guru besar berhati kotor
Antrian mahasiswa selalu hanya bisa lapor
Tapi prestasi pofesor, cuma bikin mahasiswa molor

Anti sosial padahal dosen sosial
Mahasiswa selalu jadi sial
Mungkin profesor selalu anggap kami hanya kadal
Anehnya profesor gak pernah jadi viral

Tampil sosialita
Kuliah bahas banyak harta
Lagaknya sok kata sok kaya
Layaknya artis ibukota

Mencari profesor bak buru hantu
Ada orangnya tapi sembunyi kayak sapu
Gaya sok cantik padahal itu dahulu
Tak sadar sekarang prof sudah mambu

Profesor lelembut
Julukan padamu yang berucap lembut
Tapi mengandung arti bikin hati kisut
Tunggu berjam-jam menghadapmu jadi bikin takut

Ayo prof bertobat
Hidup makhluk tidak semakin lambat
Hiburlah mahasiswa yang lama sambat
Dengat tanda tangan cepat

Kamis, 3 Mei 2018
oleh: rbrt tjddn
*Sebuah pantun kritik untuk membangun

Selasa, 16 Mei 2017

Kawan-kawanku

Aku mengenang keseruan saat itu
tawa, canda, & semuanya yang tak jelas
jatuh bangun, atau dijatuhbangunkan
membual dengan kata-kata kasar

entah kenapa masa itu selalu terngiang
aku selalu tertawa setiap kali mengingat
jujur kawan,
aku merindukan semua tentang kalian

masih keras kepala kah kau
ingatkah tentang kebebalan kita semua
dulu kita permalukan kemunafikan2 itu
layaknya membakar sampah2 kering

tak pernahkah kau lupa kawan
gelak tawa dan pertengkaran
entah dari warung2 kopi, pantai, kampus
kesunyian di gunung dan semuanya

selalu ku menertawakan kisah2 kita
pikiran2 yang kadang penuh kotoran
ketidakjelasan tujuan hidup
ya, itulah kita, ini akan selalu terkenang

lama juga kita tak bersua
masih bisa keraskah tawamu?
aku tak bisa melupakan kalian
kebahagiaan semoga tetap ada padamu

salam dari surabaya,
robert.

Jumat, 17 Februari 2017

Mata

aku melihat,
maka aku berfikir,
dari melihat maka aku mendengar,
aku mendengar maka aku juga berfikir.

aku berfikir,
maka aku bertanya,
aku bertanya,
dan aku mencari jawaban.

ya!!! jawaban tentang hidup,
jawaban dari sebuah tanya,
arti kehidupan,
dan makna semuanya.

aku memilih bebas karena aku berfikir,
karena aku akan dapat mencari makna,
karena berpikir aku akan berumur panjang,
aku juga ingin hidup selamanya.

surabaya, 16-02-2017, 23:38 wib.

panggung hujatan

akhir-akhir ini,
derasnya hujan,
oh.. bukan hujan air,
nah.. hujan hujatan.

dimana pementasan,
pasti ada panggung,
ya! panggung dunia fana kedua,
panggung itu namanya medsos.

diciptakan untuk membuka cakrawala insan,
memperluas paradigma otak,
memperdalam keilmuan,
memperkaya hati.

oh medsos..
hatiku lega ketika melihatmu,
dalam suasana hangat,
namun sedihku melihatmu,
bagai panggung neraka.

dari cacian hingga bulying,
tak apalah jika itu membangun,
jika jadi ajang membunuh karakter manusia,
ah.. jadi sedih sekali rasanya melihatmu.

kawan bilang a,
dipelintir ke hastag,
kawan hendak berdiri,
kau jegal.

kawan maju,
kau belokkan,
bahkan hampir matipun,
kau perpanjang sakaratul mautnya.

ah kau ini,
orang berlaku benar,
kau ngotot bilang dia salah,
orang salah kau benarkan.

lebih tabu memang,
dunia fana kedua ini,
memang lebih kejam,
maka bolehlah kubilang kau panggung hujatan.

robert t. 07/02/2017 : 23.54 wib.

terjebak mental cengeng

aku hanya seseorang,
bagaikan tiang,
tetap tegak di tanah lapang,
tanah ini gersang.

mengapa gersang tanah ini?
gersang tanah ini karena kekeringan,
kekurangan air,
tak ada aliran kekuatan.

oh bukan,
bukan air itu yang jadi kekuatan,
kekuatan itu adalah mental,
mental itu kekuatan.

aku terjebak di kekeringan,
kekeringan kehidupan,
terjebak di generasi yang kering,
mental yang cengeng.

bau wangi,
rambut masa kini,
semua terpenuhi,
tapi jiwa dan batinnya miskin.

ini Indonesia,
kau sudah lama terjajah,
lama juga kau terlatih kuat,
begitu merdeka kau jajah sendiri jiwamu.

jangan kau cengeng,
janganlah kau lebay,
itu bukan mental Indonesia,
maka kuatkan jiwamu.

zaman yang maju,
jangan menenggelamkan jiwamu,
ayo terus semangat maju,
semangat kuat itulah sebenarnya dirimu.

kurangilah menengadahkan tangan,
tak perlu kau gampang merengek,
orang tuamu ingin kau bahagia,
maka kuatlah dan jangan cengeng.

hai kawula muda,
kau yang baru beranjak dewasa,
jangan kau nodai pikiranmu,
perkuatlah filter keagamaanmu.

hidup ini keras,
jangan cengeng,
basahilah mentalmu agar tidak kering,
basahilah dengan gemblengan air kekuatan.

nasib bangsa ada di tanganmu,
jadilah pemuda yang kuat,
pemuda yang tak gampang loyo,
pemuda yang Indonesianis sejati.

robert tajuddin.
surabaya, 31 januari 2017.